Bagaimana Janin Bernafas Dalam Rahim?

Janin Dalam Rahim

Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh Teis Fanatik dalam berdebat dengan kaum Skeptis adalah “Bagaimana Janin Bernafas Dalam Rahim?”

Pertanyaan tersebut sering ada karena kaum teis percaya kalau bayi mampu hidup dalam rahim tanpa adanya udara dan ini mereka anggap sebagai

mukjizat. Benarkah demikian?

Saya rasa itu bukan mukjizat dari Tuhan anda yang mengatakan kalau Tuhan andalah yang menghembuskan nafas ke si janin sehingga janin itu bisa bernafas. Kalangan Saintis sudah meneliti hal ini. Dan sekali-sekali terbukalah pada Sains dan telitilah, apakah itu sesuai dengan kitab suci anda.

Janin dalam rahim sebenarnya sudah mampu bernafas dalam rahim. Namun air ketuban tidak masuk ke dalam alveoli paru-parunya. Pusat pernapasan ini dipengaruhi oleh kadar O2 dan CO2 di dalam tubuh janin.

Paru-paru janin mulai berkembang pada saat berusia sekitar enam minggu di perut ibu dan akan ketika berusia sekitar delapan bulan. Selama bulan-bulan terakhir kehamilan, tubuh menghasilkan sejenis zat minyak yang akan melindungi paru-paru janin agar tak terisi cairan. Paru-paru manusia tercipta khusus untuk menampung udara, tidak yang lain.

Meskipun paru-paru bayi baru berfungsi sesaat setelah lahir, paru-paru sudah mulai menunjukkan aktivitasnya sejak masih dalam perut ibu. Tali pusar yang menempel pada ibu terdiri atas dua pembuluh nadi dan sebuah pembuluh vena : vena mengangkut oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan janin sedangkan nadi mengangkut karbon dioksida dan sisa-sisa nutrisi yang harus dibuang kembali kepada ibu. Pertukaran antara oksigen dengan karbon dioksida inilah yang disebut bernapas.

Ketika tali pusar dipotong saat kelahiran, bayi yang baru lahir harus belajar untuk hidup tanpa bantuan ibunya. Hanya dalam beberapa detik paru-paru mulai terbuka, darah mulai mengalir, dan paru-paru bayi mulai berfungsi sebagaimana mestinya.

Tuhan ikut serta? Gak juga, yang ikut serta justru sistem pernafasan ibu kita :)

Oleh : Royen Pakpahan

17 thoughts on “Bagaimana Janin Bernafas Dalam Rahim?

  1. Alloh tidak pernah meninggalkan hambanya sekejap pun itu,jd janganlah anda berkata tuhan tidak ikut serta. Apakah anda muslim?

  2. apapun agama mu.. Tuhan selalu ada di setiap hembusan nafas makhluknya.. jangan takabur hanya karna kau takjub dgn sains yg menunjukan hebatnya logika.. seharusnya, semakin tinggi ilmu yg kau capai dpt menjadikan mu lbh beriman kepada-Nya.

  3. Jgn takabur jd orang. Smua yg di dunia ini dtg ny dr Tuhan . Klo ga dr Tuhan anda jg ga bakal mungkin lahir kedunia ini. Sprtinya org ini ga punya Tuhan…

  4. ilmu saint itu memang masuk akal.
    tapi ada bbrapa kata di artikel ini yg seprtiny menyatakan bahwa sang penulis bukan manusia beragama.smua hal sudah ada ktetapan dari sang pencipta trmasuk nafas sang ibu…. & semua organ d tbuh kita

  5. Justru itu habtnya Tuhan. Dari awal penciptaannya Dia sudah membuat sistem tubuh yang luarbiasa dan dengan sendirinya sistem itu berjalan.

  6. wah tidak seharusnya Anda berkata bahwa Tuhan tidak ikut serta. Allah satu-satunya Tuhan semesta alam, ikut serta dalam semua hal yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada satupun yang luput dari kekuasaanNya.

  7. Bahkan qt g bisa nahan pipis lama2,nahan kentut aj bdan udh g enak.apalagi ikut srta ngatur paru2,jantung,lambung,gijal,hati,stiap sistem jutaan selnya emang sprti brjlan otomatis.tpi klo d usut-usut sapa tu yg komando sel2 ntu.emang qt bsa mengkomando.eman qt bsa ngrubah sistem dlm tbuh yg udh bgus iniPasti ntr jdinya mlah eror.jika kau pjamkan mata dan rasakan dlam hatimu…tnpa ad campur fikiran….dsitu kmu pasti rasakan bahwa qt dkt dgn sesuatu yg ad utuk mengayomi qt.bajkan tuhan maha bisa lbh dkt dri itu.
    Apapun imanmu…….ktika kamu tmukan damai dlm hatimu sesungguhnya kmu tlah dinampakkan oleh Allah nimbingan menuju jalan yang haqiqi.

  8. ni yang nulis pinter tapi bego. pinternya cuma baca sama nulis. masa allah gk ikut serta? klo allah gk ikut serta lo gk bisa nulis di sini. bego di piara kambing aja yg di piara gemuk trus jd banyak dah

    • Yang nulis ini ateis. Dia lagi coba sebar pengaruhnya. Percuma, orang kalo pinter cuma ketawa doang baca artikelnya, orang bodoh pun gak bakal terlalu percaya. Biasanya orang kalau ilmunya masih cetek suka menyombongkan diri. Kalau penulis beneran pinter, minimal pernah masuk kelas Fisiologi Hewan, pasti tau yang sebenernya seperti apa dan gak bakal berani bilang Tuhan gak terlibat. Modal dia cuma baca artikel dan dicerna pakai logika sempit, ya tetep aja sempit. Kalau mau jadi pinter belajar jangan setengah-setengah, apalagi baru tau sedikit (modalnya cuma internet pula) udah sok sebar pengaruh, percuma. Orang pintar akan percaya Tuhan, orang sok pintar gak bakal sadar apa itu Tuhan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s